Menyetel Microphone pada Mixer dan Peralatan Sound System


Tahap Cara Menyetel Input Microphone pada Mixer dan Peralatan Sound System

Check Microphone - Pendahuluan tentang panduan atau cara menyetel Mikrofon pada Mixer Audio System dan peralatan sound system lapangan serta lainnya agar suara vokal microphone keluar dan terdengar baik. Pada prinsipnya vokal seharusnya berisi nada menengah (Mid Frequency). Kita tak bisa mendengarkan suara yang ditangkap oleh Microphone yang dikeluarkan oleh peralatan sound system dengan jelas pada posisi tertentu apabila suara tersebut cuma berisi nada Low saja, atau high saja, oleh sebab itu harus ada nada menengahnya (Mid) agar informasi suara yang disampaikan dapat didengar oleh orang lain. Uraian artikel ini merupakan latihan untuk "Microphone Check Sound".

Menyetel Microphone pada Mixer Sound System
Operator Sound System, my friend Rian

Susunan Menyeting Suara Vokal Microphone

Sebelum memulai pembahasan ada baiknya kita mengenal peruntukan Microphone. Ada berbagai cara mengatur peruntukan Microphone;
- Vocal Microphone untuk musik dan Karaoke
- Vocal Microphone untuk Public Address (PA), mic ini biasanya untuk menguatkan suara agar terdengar kuat oleh pendengar. Peruntukkannya kita sering lihat pada orang yang pidato, MC, upacara, orasi, presentasi dan sebagainya.

Mengenal Karakteristik Respon Audio Frekuensi Microphone

Dalam dunia audio,telinga manusia umumnya mampu mendengarkan suara dengan Frekuensi terendah dan tertinggi sekitar kurang lebih 20 Hz - 20 KHz. Jadi, saat menseting suara vokal agar keluar penuh, maka kita harus dapat mengenal karakter frekuensi yang dikeluarkan oleh Microphone tersebut saat mengatur tombol di Mixer. Perlu diketahui bahwa, rata-rata suara manusia saat bicara adalah dengan range frekuensi dalam kisaran sekitar 300 Hz sampai sekitar 3000 Hz (3 KHz). Frekuensi standar untuk garpu tala digunakan untuk menyetem instrumen piano dan guitar adalah 440 Hz (octave A3 pada Piano). Dua frekuensi ini untuk 880 dan suarakita mempunyai satu oktaf lebih tinggi. Dengan cara yang sama Anda dapat membagi frekuensi 220 dalam menghasilkan nada A2 satu oktaf lebih rendah.

A. Sesi kesatu
Tema tulisan tentang (Instalasi Menu) : Pengaturan Level Gain Input, Output Channel, Tone Timbre (EQ)
Praktek dan Pensetingan oleh : Operator/ Teknisi.

Urutan Cara Mensetting Suara Microphone pada Tombol Mixer

Saat anda melihat peralatan audio Mixer ini, mungkin anda akan berpikir apa yang harus anda lakukan di depan knob dan jack-jack yang terdapat di situ. Anda dihadapkan pada permasalahan bagaimana cara memfungsikannya, menginstalasi dan mentrim tombol-tombol saat akam pemprosesan sinyal input untuk Microphone vokal ini.

Untuk sambungan kabel Jack, saya menyarankan agar anda menggunakan Jack XLR (Balance) sebagai input Microphone pada channel Mixer. Saat anda memasang Microphone handheld pada salah satu channel, di situ anda akan menemukan beberapa fasilitas yang perlu anda perhatikan dan anda lakukan untuk mendapatkan suara yang bermutu pada kanal tersebut.
Kita lihat detail di bawah ini;

1.1. Tahap Setting Gain (Sensitive)

Untuk mendapatkan suara Microphone yang cukup peka kita dapat menyesuaikan level sinyal input pada tahap awal penguatan di channel Mixer Untuk mendapatkan keseimbangan terbaik antara rasio S/N dan jangkauan dinamis suara, maka Anda dapat menyesuaikan sensitifitas input hingga mendapati puncak LED Display indicator bergerak mengikuti bentuk suara anda. Cobalah untuk mengatur gain suara sambil melihat lampu LED display pada posisi bergerak di 0 dB hingga 10 dB (input transienst tertinggi).

Pada Channel Mono di Mixer terdapat sirkuit Electronics yang bertugas untuk menerima pra penguatan sinyal suara. Pra penguat sinyal suara ini akan menerima sinyal yang telah berisi penguatan dan ada juga yang tidak berisi penguatan. Pada skala angka -60 hingga -16 adalah rentang pengaturan untuk Mic input, sinyal audio ini berarti tanpa penguatan. Bila anda memasangkan Audio pada Connector TRS, maka skala tombol -34 hingga +10 adalah untuk mendapati gain untuk rentang pengaturan Line input. Pengaturan seberapa besar suara anda yang masuk pada salah satu channel mono secara riil adalah dengan cara menekan tombol PFL setelah anda kunci Input sensitifnya pada channel mixer.

1.2. Tahap Setting Level Channel Audio

Bila kita sudah mendapatkan seberapa besar gain input yang masuk pada kanal mixer yang mana anda memposisikan Mikrofon yang anda tancapkan pada kanal tersebut). Selanjutnya adalah mengangkat seberapa besar level yang akan anda suplai ke bagian induk Mixer (Main Master). Rute dan diistribusi jalur sambungan setiap channel pasti akan bertemu ke bagian pencampur atau penjumlah ini. Level yang masuk ke bagian induk ini bervariasi, hal ini tergantung seberapa besar anda mengatur level volume pada masing-masing channel. Untuk mengetahui seberapa besar salah satu channel (Monaural dan Stereo Channel) yang masuk ke bagian penjumlah ini, maka kita dapat anda ketahui dengan cara menekan tombol PFL.

1.3. Tahap Setting Master Level Audio Mixer

Bila kita melihat diagram sirkuit (skema) Mixer, maka segala macam sinyal yang masuk dari seluruh channel pasti akan menuju ke bagian pencampuran. Distribusi seluruh channel ini kemudian akan diproses di bagian master atau induk mixer untuk menjadi saluran output. Pada bagian Mixing Master ini terdapat sirkuit Op Amp (Operational Amplifier) yang kemudian disalurkan ke bagian akhir dari sound system, dalam hal ini adalah Amplifier dan Loudspeaker.

1.4. Tahap Setting EQ (Tone Control) untuk input Mic Vokal di Mixer

Biasanya di dalam Audio Mixer Console terdapat 3 band Equalizer pada masing-masing saluran yang berfungsi untuk menyesuaikan level dari frekuensi yaitu High, Mid, dan Low. Di sini kita dapat mengatur Tone timbre atau warna suara. Saat pengaturannya, anda dapat melakukannya dengan cara memposisikan tombol dengan cara sebagai berikut;
  • Manual Set EQ,
    Bila anda memutar tombol ke posisi kanan maka dapat meningkatkan band frekuensi yang kita inginkan. Bila beralih ke sebelah kiri maka untuk melemahkan jalur frekuensi yang anda pegang itu. Saluran mono mixer memiliki kontrol frekuensi menengah untuk menyesuaikan range frekuensi mid.
  • Default Set EQ,
    Pengaturan posisi tombol standar (posisi center) akan menghasilkan respon flat di band yang sudah disesuaikan oleh pabrik.

1.5. Tahap Setting Sound Effect (SFX), bila digunakan di Mixer

Dalam penggunaan SFX pada Mixer, kita akan menjumpai ada fasilitas untuk keperluan efek gema. Anda perlu banyak mencoba setingan tombol SFX untuk mendapatkan suara gema yang bagus pada audio systems anda. Terkadang pada mixer tak kita temui fasilitas ini, maka anda harus menambah secara external perangkat Sound FX. Caranya adalah dengan menghubungkan dengan kabel jack, kita menggunakan posisi Jack AUX Send untuk mengirimkan sinyal ke SFX dan Return sebagai saluran balik dari output SFX anda. Coba atur level untuk mendapatkan suara gema efek ruang yang bagus.

Demikianlah kita telah melalui tahap setting Mixer untuk suara Microphone, kita lanjutkan ke sesi (tahap) kedua.

B. Sesi kedua
Tema tulisan tentang (Instalasi Menu) : Pengaturan Equalizer External, Crossover, Pengaturan Pendistribusian Output Channel, Pengaturan Level Power Amplifier, Loudspeaker, dan Speaker Monitor
Praktek dan Pensetingan oleh : Operator/ Teknisi.

Setelah tahap demi tahap kita lakukan pada pensetingan console diatas, kini kita beralih ke proses selanjutnya untuk memperindah dan juga memperkuat suara dengan melakukan beberapa langkah pengaturan peralatan sound yang berhubungan dalam paket sound yang kita miliki seperti petunjuk yang ditampilkan di bawah ini;

Tahap Memotong Frekuensi Suara Microphone dengan Equalizer Eksternal

External Graphic Equalizer sangat membantu untuk memangkas beberapa tone frekuensi yang tidak kita perlukan/ atau menguranginya. Pada saat mensetting Microphone atau peralatan musik di Mixer terkadang tidak kita dapati suara yang bagus terdengar di Speaker. Tone Control Parametrik (EQ) di Mixer mungkin kurang merespon terlalu banyak tone frekuensi yang perlu anda pangkas atau kurangi.

Pensetingan External EQ bisa anda hubungkan sebelum masuk ke peralatan crossover aktif (apabila kita memakai komonen Crossover di dalam paket audio system kita). Sebaiknya gunakan pengkoneksian kabel dengan sistim Balance, supaya seluruh phase sinyal audio dapat masuk dengan sempurna ke perangkat akhir sound system (Power Amplifier plus Speaker).

Tahap Setting Crossover dan Pendistribusian Sinyal Audio

Crossover berfungsi untuk membagi dan memisahkan beberapa tone frequency audio yang akan didistribusikan ke Loudspeaker. Cara penyambungannya terdiri dari 2 macam tergantung apa jenis crossover ini yang mana terdiri dari;
  • Active Crossover
  • Passive Crossover.
Bila kita menggunakan Crossover Aktif, maka sistim penyambungan dan distribusi output audio adalah sebelum menuju ke Box Speaker, ini artinya sinyal akan masuk terlebih dahulu ke Power Amplifier. Sementara bila kita memakai crossover pasif, maka pembagian sinyal audio berada di Box speaker dengan mendistribusikan output sinyal audio yang telah difilter ke masing-masing Loudspeaker dan Horn drive yang terdapat di dalam kotak speaker tersebut. Tergantung berapa way yang diinginkan.
Crossover dapat kita bagi menjadi dua Way dan tiga Way.

Tahap Pengenalan dan Setting

Passive CrossoverSeperti yang saya terangkan diatas bahwa peralatan ini terletak di dalam kotak Speaker. Hasil dari pemprosesan serta pemisahan output audio yang dilakukan oleh komponen L dan C kemudian disalurkan ke masing-masing drive Loudspeaker. Bila kita menerapkan distribusi audio dengan sistim 3 way maka kita dapat menghubungkan pengkabelannya dengan cara yaitu;
  • Low hubungkan ke Woofer atau Sub Woofer,
  • Mid hubungkan ke Middle Speaker,
  • High hubungkan ke Tweeter (Horn Drive).
Komponen Elektronik yang dipakai dalam passive crossover adalah kombinasi L dan C (Kumparan dan Capacitor).dan tanpa memerlukan suplai listrik DC.

Tahap Pengenalan dan Setting Active Crossover

Active Crossover ini dikerjakan oleh peralatan-peralatan Elektronik berupa IC Operational Amplifier dengan memakai filter perbandingan R dan C (Resistor dan Capacitor) dan harus mengunakan suplai listrik DC . Dalam Active Crossover, kita dapat mengatur seberapa lebar dan sempit suatu frekuensi pada nada rendah dan nada tinggi. Pada bagian pendistribusiannya terdapat pengaturan Level untuk ke masing-masing target output yaitu Low, Mid dan High.
Penggunaan Crossover Active ini kemudian dikembangkan menjadi Loudspeaker Management System Digital. Pengaturan menggunakan sistim menu Digital. Untuk menseting perangkat LMS ini memerlukan latihan agar kita mendapati suara yang cocok masuk ke masing-masing speaker.

Tahap Setting Amplifier dan Loudspeaker (Output Suara)

Peralatan inilah yang menjadi tujuan utama audio ke pendengaran kita saat terdengarnya suara dari Microphone. Bagus atau tidaknya suara yang kita dengar, kuat atau lemah suara yang keluar di Loudspeaker adalah tergantung pada bagaimana kita mengatur setingan di Mixer Audio kita.

Tahap Setting bila Menggunakan Active Speaker

Sekarang kita tidak perlu mempunyai peralatan sound system yang terlalu banyak dan berat-berat. Tentu akan memperlambat dalam persiapan dan transfortasi. Kita dapat menggunakan Active Speaker dengan suara yang kencang namun cukup bersih.
Kebanyakan Active Speaker adalah memiliki dua way output, terdiri dari 15 inchi untuk Woofer dan sebuah Horn drive untuk suara tinggi (Tweeter). Di dalam box speaker aktif ini terdiri dari dua unit sirkuit Power Amplifier untuk mendistribusikan audio ke masing-masing unit speaker di dalam box. Unit pertama adalah untuk Power Ampli nada Low dan satu lagi untuk Power Ampli nada tinggi.
Untuk menambah suara Bass saat anda menyetel musik pada sound system, maka dapat kita tambah dengan Active Sub Woofer Speaker agar suara vokal dan musik terdengar lebih menghentak dan padat. Namun pada kenyataannya anda harus dapat memainkan tombol HPF pada Sub Woofer agar range suara vokal anda dapat masuk ke speaker.

Untuk Power Amplifier, kita bisa merakit atau merancang sendiri namun perlu diperhitungkan besar daya output RMS yang dikeluarkan. Namun lebih baik kalau anda mempunyai Power Build up bila dana anda memungkinkan.

Menyetel Sound Monitor untuk Vokalist untuk Organ Tunggal

Dalam sound system rental misalnya orgen tunggal, pemain alat musik ini dan juga penyanyi tentu membutuhkan Speaker Monitor untuk memandu mereka di panggung. Biasanya menggunakan active speaker dalam penggunaannya. Untuk pengkoneksiannya kita dapat meyambungkan sinyal dari output Jack Aux send yang ada di Mixer. Kadang kita bisa juga menggunakan Jack Sub Out yang ada di Mixer. Anda bisa menambahkan EQ sebelum masuk ke sperangkat Monitor ini. Atur level suara dan trim Tone yang bagus dan tidak feedback.

Materi Tambahan

Mensetting Microphone pada Speaker Portable

Secara umum, tidak terlalu sukar untuk menyetel microphone pada peralatan Speaker Portable ini. Biasanya paket Speaker Portable sudah dilengkapi dengan Mic kabel dan Microphone Wireless. Saat akan dipergunakan kita hanya menghidupkan alat ini serta menempatkan speaker ke arah pendengar. Kita dapat mengecilkan dan membesarkan volume suara, cuma atur suaranya agar tidak terjadi feedback.

Baca juga artikel tentang :
Penutup
Setelah membaca tulisan ini tentang cara setting Microphone pada Mixer Sound System dan peralatan audio lainnya, semoga dapat menambah wawasan kita bersama dalam pengenalan dan cara instalasi sound system anda terutama Microphone. Coba baca artikel ini : Penyebab Suara Microphone tidak Terdengar di Speaker.

Mungkin anda ingin mengetahui berapa harga pasaran speaker aktif segala merek di sini. Terimakasih kunjungan anda.


Share this :

Artikel Terkait: