×

Mixer Sound System - Pengenalan Fungsi Fasilitas Tombol dan Jack

Pengenalan Fungsi Fasilitas Tombol dan Jack pada Mixer

Mixer Sound System adalah sebuah peralatan Audio untuk mencampur audio dari beberapa sumber input menjadi kesatuan output suara yang bagus (terbaik). Penggunaan professional sound system orang tehnik menyebutnya Mixer Console atau mixer audio. Pada halaman ini kita dapat mengetahui pengenalan dasar tentang mixer audio. Pada Mixing Console Desk biasanya terdapat beragam tombol, Jack dan juga saklar, dan kita dapat mengetahui fungsi dari tombol-tombol dan connector yang terdapat pada panel peralatan ini. Orang yang pernah merakit mixer audio pasti akan mengetahui perjalanan sinyal audio yang berproses pada mixer sound system dari bagian input hingga menuju output.

Apa Mixer Audio dan Fungsinya

Pengenalan Mixer Sound System.
Secara luas, Mixer digunakan dalam berbagai keperluan pencampuran sinyal audio. Pada awalnya mixer audio adalah gabungan dari beberapa unit pre amp yang memiliki sirkuit pengatur volume input, pengatur tone control audio (bass, mid, high), pengatur audio channel sebelah kiri kanan (Panpot atau Balance) kemudian gabungan pre amp tadi dipertemukan/ dijumlahkan ke bagian master mixing sehingga hasil gabungan tadi menjadi satu keluaran suara secara bersamaan. Setiap tombol pasti berhubungan dengan perjalanan sinyal audio (router) meuju ke bagian Jack masing-masing yang levelnya dipengaruhi oleh seberapa besar anda membuka level pada channel yang akan anda kirim ke bagian tadi. Misalnya Aux sending channel yang akan anda kirim ke speaker monitor. Setiap tombol yang anda atur akan berhubungan dengan perjalanan sinyal audio Router ke Main Master dan menuju target yang anda maksud berupa speaker monitor yang diatur melalui Aux Send.
Kita dapat menjumpainya di berbagai tempat misalnya sistem panggilan publik, studio penyiaran radio dan televisi, studio rekaman, sound system panggung, orgen tunggal. Kalau tidak ada Mixer rasanya mustahil bila kita memakai Power Amplifier + Speaker untuk menguatkan satu vokal saja dan menggunakan Amplifier yang lain untuk vokal yang lain (peralatan musik yang lain) dalam satu area saja. Mungkin, bila ada sepuluh vokal (10 Mic) maka kita akan menggunakan 10 Power Amplifier juga. Kurang efisien, bukan?

Menyalurkan Sumber Input Microphone ke Channel Mixer

Mixer Audio menjadi bagian terpenting dalam mengumpulkan dan memadukan suara dari masing masing microphone atau input lain yang terpasang pada saluran input audio (yang masuk melalui channel mixer). Pada channel tersebut kita dapat mengatur besarnya level suara dan juga Tone suara sehingga keseimbangan level bunyi baik dari vokal maupun musik dapat kita peroleh sebelum sinyal audio ini diperkuat oleh Power Amplifier dan kemudian ke Loudspeaker.

Macam-macam Mixer Audio

Console Mixer audio dibagi dalam dua macam, yaitu
  • Analog Mixer Console
  • Digital Mixer

Console disngkat DMC Konsul Mixer Analog adalah mixer konvensional biasa yang dalam pengaturannya langsung ke perangkat elektronik berupa Variable Resistor dengan cara merubah besar dan kecilnya nilai tahanan pada sirkuit yang diatur

Mixer Digital atau Hybrid mixer adalah mixer yang dalam pengaturannya menggunakan menu digital elektronik melalui perangkat Micro Processor melalui jemari kita.
Mixer Console dalam penggunaan professional audio baik itu dengan sistim Analog maupun Digital adalah sebuah peralatan elektronik yang berfungsi memadukan (mixing) dari beberapa channel yang aktif, mengatur bunyi dari dari segi level maupun frekuensi pada jalur channel yang aktif ke saluran induk sehingga menghasilkan kombinasi output. Sinyal-sinyal yang telah disetting ini kemudian dikuatkan oleh penguat akhir atau power Amplifier yang diteruskan ke Loudspeaker.

Mixer audio adalah salah satu perangkat yang paling vital dalam sound system yang mana lebih banyak mendapatkan sentuhan tangan operator baik dalam check sound maupun saat live suatu acara. Mixer fungsinya memang mencampur segala macam suara yang masuk lewat channel kemudian menyeimbangkannya dan menjadikannya dua kanal stereo (kiri dan kanan), kemudian mengirimkannya ke EQ, Crossover kemudian menuju ke Power Amplifier dan terakhir ke speaker system.

Mixer Audio dan Fungsi Tombolnya

Jalur input pada saluran (channel Mixer) biasanya dibagi menjadi beberapa bagian:
  • Input Jack to Jack Connector
  • Penguat depan Microphone dan input control, terdiri dari IC Op Amp.
  • Channel EQ (High, Middle High, Mid, and Low). Bass - Middle - Treble
  • Bagian pencabangan (Router) yang pada koneksinya diteruskan ke posisi Direct Outs, Aux Sends, Panning control (balance) and Addresing Sub Group
  • Output Faders Level Control
  • Sub Group Faders
  • Output controls termasuk Master level controls, EQ dan atau Matrix routing.

Pengenalan Dasar Mixer Sound System

Dalam sebuah Mixer Audio terdapat susunan kolom yang berderet dari atas hingga bawah, ini yang disebut Channel. Pada posisi ini dapat kita lihat ada Jack untuk input (paling atas) yang biasanya menggunakan XLR Female dan TRS (Phone) Jack. Jack XLR ini berfungsi untuk menancapkan Jack Microphone atau sumber Audio lainnya. Pada bagian bawahnya terdapat Gain atau Sensitive, Treble Level (High), Middle Level (Mid), Mid Freq, Low Freq Level, Low, AUX 1, AUX 2, Panpot (Balance Center) dan Volume dengan metode menggesernya ke atas dan bawah.
Kebanyakan pabrik membuat Mixer ini dengan minimal 4 Channel Mic Input (XLR Jack), namun ada juga yang 12 CH, 16 CH, 24 CH, 32 CH, 48 CH, serta ada juga 60 Channel. Kadang alat ini juga dilengkapi dengan satu atau dua Channel Stereo. Pada saluran ini kita dapat memasang input yang berasal dari DVD, Laptop, Keyboard dan lainnya. Fasilitas Switch/ saklar perchannel terdapat tombol LPF, Tombol Mute (ON/ OFF), Switch Audio SUB/ MAIN Out.

Dalam era sekarang ini Operator Sound system yang sudah berpengalaman kadang menggunakan Audio Digital Mixer Console (DMC) yang fungsinya sama tetapi pengaturan menggunakan Processing Menu Display. Proses ini bukan dengan cara konvensional yang harus memutar tombol secara nyata. Mixer yang kita bahas kali ini adalah mengenal dan mengatur sistim kerja Mixer Audio conventional yang umum digunakan oleh para teknisi.

Jack Input Channel Monaural - Jack Cannon Connector Stereo

Sebelum melangkah pada fungsi tombol, switch, dan jack pada Mixer ada baiknya anda paham tentang monaural channel dan stereo. Pada channel Monaural (Mono) terdapat jack dengan sambungannya terdiri dari 2 fase polaritas. Bagian-bagian dari saluran mono input ini terdiri dari : Mic Input dengan menggunakan jack XLR (Jack Cannon Connector Stereo). Bagian ini digunakan untuk memasang sambungan mic atau alat-alat audio lainnya. Jack ini memiliki tiga buah Pin sambungan. Masing-masing Pin terdapat penomoran yaitu: 1, 2, dan 3. Kaki-kaki ini dimaksudkan untuk penempatan posisi sinyal positif, negatif dan ground tipikal dengan keterangan sebagai berikut;
  • Pin 1 untuk Ground
  • Pin 2 untuk Phase Positif, (Merah/biru)
  • Pin 3 untuk Phase Negative (Putih)

Fungsi Tombol Pemutar, Jack, Switch dan Indicator Display pada Mixer

Di dalam mixer terdapat peralatan yang terdiri dari tombol pemutar, Jack connector, saklar (switch) tekan dan tombol geser (Slider). Kondisi susunan tombol masing-masing pabrik kadang berbeda-beda dengan memberikan warna tertentu untuk tombol pemutarnya.
Secara bertahap akan kita uraikan di bawah ini.

1. Jack Input Channel

Connector Input channel ini menggunakan Jack XLR Female dan Jack Phone TRS. Fungsi dan koneksinya yaitu untuk menghubungkan input dari Microphone.

Fungsi Jack Input Channel pada Audio Mixer

Kita juga bisa mengkoneksi input audio lainnya pada Jack XLR/ TRS namun harus mengontrol level Gain. Pada channel input ini bisa kita pasang atau tancapkan sumber audio dari Wireless Microphone.

2. Jack Insert Channel

Jack Insert Point. Pada beberapa mixer yang lebih profesional terdapat dua bagian yaitu Insert Send dan Insert Return, tetapi pada mixer standar maka bagian ini hanya ada satu saja yaitu insert I/O (input/output). Bagian ini bisa digunakan untuk menghubungkan sinyal yang berasal dari processor external seperti EQ, Compressor/ Limiter/ Gate pada salah satu channel yang diaktifkan.

3. Jack Direct Out Channel

Fungsi Jack Direct Out (Dir). Jack ini sering digunakan untuk mengirimkan sinyal audio secara langsung untuk direkam pada multi-track recording, atau kadang dipakai oleh sound-man dalam menghubungkan saluran ke channel Mixer yang ada di panggung ke mixer FOH Master (mixer panggung ke Mixer FOH). Istilahnya adalah channel to channel connection.

4. Fungsi LOW Cut Switch

Tombol Low Cut ini berupa saklar On/ Off. Fungsi saklar Low cut ini adalah untuk memotong sinyal yang mengandung nada rendah pada nilai yang tertentu. Istilah dalam teknik elektronika adalah High Pass Filter (HPF). Bila dalam box tertulis 80 Hz ini berarti alat ini untuk memfilter lalu memotong sinyal nada di bawah frekuensi 80 Hz, atau ada juga yang 100 Hz. Dalam prakteknya penggunaan tombol ini bisa kita manfaatkan untuk mengurangi tekanan suara hembusan angin dari mulut pengguna Mic. Perlu diketahui bahwa jangan menghidupkan posisi saklar ini pada mode ON saat memainkan musik di channel yang kita pasang karena akan meredam suara deef bass.

5. Tombol Pemutar Gain atau Sensitive (Sens)

Fungsi Gain atau Sensitive adalah untuk meyesuaikan kepekaan dan kekuatan sumber input. Sumber input yang tanpa penguatan misalnya dari Microphone dan Spool Guitar, posisi Gain akan melaju ke arah kanan dalam satuan dBu. Gain atau Sens akan memberikan ruang penguatan yang cukup lebar pada tingkat bagian depan Pre amp channel Mixer.
Pada pengaturan penguatan berupa Keyboard, VCD Player atau Komputer maka kita harus menset Gain Sensitive harus dibawah 0 dB untuk menghindari Overload level pada penguatan akhir di sirkuit Main Mixer, suara yang kita dengar akan sedikit pecah bila melebihi level di atas 0 hingga 3 dB.
Jadi gerbang input gain adalah hal yang paling penting dan kritis karena dari sinilah bermulanya semua suara yang berkualitas dimulai. Usahakanlah untuk menjaga agar setiap input tetap dalam kondisi ini karena noise dan distorsi akan mengalir terus ke seluruh sistem dan membuat suara jadi terganggu. Bila ternyata input gain sangat besar atau bahkan terlalu besar sehigga setelah kita mengurangi masih saja terlalu kuat juga, maka untuk mengantisifasinya dengan menekan switch tombol PAD pada mixer (bila ada fasilitas ini) yang fungsinya adalah untuk menurunkan gain input signal/ tingkat tekanan suara mulai –20 dB sampai –30 dB.

5. Tombol Pemutar Equalizer (EQ)

Di dalam Mixer, pelebelan EQ terbagi dalam beberapa pengaturan, berbentuk tombol putaran level oleh potensiometer (Variable Resistor) dengan warna tersendiri, yaitu;
  • High,
    Fungsi tombol pemutar ini adalah untuk mengatur kepekaan lebar frekuensi tinggi. Anda dapat mengatur nada suara yang anda inginkan pada nada tinggi.
  • Mid,
    Fungsi tombol pemutar ini adalah untuk mengatur kepekaan lebar frekuensi tengah. Anda dapat mengatur nada suara menengah yang anda inginkan pada nada middle.
  • Mid Freq.,
    Middle Frequency berfungsi untuk mengatur lebar range frekuensi Mid. Frekuensi khusus nada mid yang anda inginkan dapat diatur di tombol ini. (Tak semua Mixer dilengkapi dengan faslitas ini).
  • Low,
    Fungsi tombol pemutar ini adalah untuk mengatur kepekaan lebar frekuensi rendah atau bass.

6. Tombol Pemutar Level AUX 1, AUX 2

Fungsi knob Aux 1 dan Aux 2 adalah untuk mengirimkan output pada komponen audio yang anda inginkan, misalkan anda dapat mengirimkan FX external atau mengirim sistim penyuaraan lain, misalkan memfungsikannya sebagai control Monitor Speaker.

7. Tombol Pemutar Level FX Send (Pengiriman sinyal FX)

Tombol ini berfungsi untuk mengirimkan seberapa besar dan kecilnya level suara FX internal pada Mixer ini. Anda dapat membesarkan atau mengecilkan kepekaan Dry dan Wet pada sistim master Mixer. Agar lebih mengetahui cara proses pengiriman suara FX ini akan kita bahas pada pertemuan mendatang.

8. Switch PFL (Pre Fade Listening)

PFL (Pre Fade Listening) yang berarti kita dapat mendengarkan suara tanpa terpengaruh oleh fade channel, atau kita dapat mendengarkan suara tanpa terpengaruh oleh besar kecilnya posisi fader. Bagian ini sering digunakan oleh teknisi sound system untuk mengontrol seberapa besar sinyal suara secara individual melalui headphone.
Tombol saklar ini berperan untuk mengetahui posisi aktif suatu Channel yang keberadaannya dapat diketahui saat menekan tombol ini satu persatu di saluran mixer. Informasi audio yang aktif terdengar di Headphone dan juga tampil di indicator LED. Biasanya saat menekan PFL akan terhubung ke indicator Display LED dan juga diselingi suara di Phone Output (Headphone). Pada sebagian produk mixer nama knob PFL kadang ditulis dengan SOLO.

9. Tombol Pemutar PAN

Pan kepanjangan dari Panpot (Panoramic Control). Fungsi knob Pan sama dengan Balance yaitu untuk mengarahkan polarisasi suara yang akan anda tempatkan, apakah di posisi center, salah satu di posisi kiri (L) atau Kanan (R).

10. Tombol Switch SUB/ MAIN

Tombol ini untuk menempatkan ke arah mana tujuan sinyal output suara akan kita distribusikan. Saat menekan saklar ini maka sinyal suara akan berpindah posisi pada ke arah yang kita tekan apakah ke arah Main Output atau Sub Group. Bisa jadi Sub atau Group kita fungsikan sebagai Monitor speaker.

11. Tombol Geser Channel Level Control (Volume Channel)

Tombol ini berfungsi untuk membesarkan dan mengecilkan seberapa besar level.audio pada channel yang kita atur.
Fungsi Tombol Geser Channel Level Control

12. MAIN Master Level Control

Tombol ini berfungsi untuk membesarkan atau mengecilkan keseluruhan sinyal audio dari semua pencampuran channel yang aktif yang kita hubungkan ke Main Output. Main output akan terhubung ke Speaker Utama yang kita pasang.

13. PHONE Jack

Fungsi Phones (Headphones) adalah untuk memasang perangkat Headset pada telinga anda. Bila akan membesarkan atau mengecilkan suara ini dapat diatur melalui memutar tombol Volume yang terdekat dengan jack tersebut. Headphone nanti berfungsi untuk memantau suara baik sebagai suara utama yang telah masuk ke induk master atau sebagai controling channel saat menekan PFL. Kita juga dapat menyetel nada atau frekuensi bunyi yang lebih detail pada pendengaran anda.

14. Jack AUX 1 dan AUX 2

Jack ini akan berfungsi bila kita menyetel level Aux 1 dan atau Aux 2. Coba lihat nomor 6 di atas. Jack ini berfungsi untuk mengkoneksikan sambungan kabel antara mixer ke perangkat yang dituju.

15. Rec Output

Fungsi Rec (Recording) output adalah untuk menyalurkan sinyal pada peralatan recording. Sinyal output rec ini terhubung ke bagian induk pencampuran. Pada zaman sekarang penggunaan recording sudah menggunakan komputer dengan menggunakan program aplikasi recording.
Perlu pengetahuan khusus dalam menerapakan recording menggunakan Rec out, kita harus memahami perbandingan faktor penguatan dalam satuan dB. Perbandingan output yang terlalu tinggi berakibat overload pada hasil rekaman.

16. LED Indicator Display

Fungsi Indicator LED Display adalah untuk menunjukkan posisi kekuatan sinyal audio pada posisi Master Main Output (induk output) secara keseluruhan. Bisa juga untuk melihat seberapa besar intensitas audio channel saat kita menekan tombol PFL. Displaying ini pada satuan dB saat lampu atau jarum indikator bermain atau berkedip. Perlu menjadi perhatian adalah saat lampu menyala pada warna kuning hingga merah, karena kekuatan sinyal pada posisi ini akan memberikan dorongan input yang berlebihan pada Power Amplifier, tentu akan berakibat kurang baik pada Main output Speaker. LED display sangat berperan dalam pensettingan sound system.
Fungsi Tombol Pemutar, Jacks, Switch dan Indicator Display pada Mixer
Internal FX, SUB Group Out, MAIN Out, dan Indicator Display

Penutup
Baca artikel tentang

Info Harga
Khusus harga mixer audio silakan lihat pada menu utama, disana terdapat beberapa daftar mixer ternama seperti : Yamaha, Behringer, Soundcraft, Mackie, dan mixer murah lainnya.

Semoga memberi manfaat bagi anda yang menambah wawasan dalam dunia sound system. Mudah-mudahan anda dapat belajar banyak tentang Audio Mixer untuk sound system dari tulisan saya di atas.
Terimakasih anda telah berada di situs ini.